GURU

GURU

Ibu yakin, Islam menuntut kita untuk menghormati, meraikan, menggembirakan serta menyantuni guru.

GURU adalah insan yang sangat dimuliakan di dalam Islam dan diberi kedudukan yang tinggi sesuai dengan peranannya yang sangat memberi kesan kepada masa hadapan anak didik juga umat keseluruhannya.

Para salafussoleh telah menunjukkan teladan kepada kita bagaimana mereka menyantuni guru-guru mereka sehingga mereka mendapat ilmu dari guru-guru mereka dan disertai dengan keberkatan ilmu itu sendiri.

 

Abu Sa’id Al-Khudri RA berkata:

“Saat kami sedang duduk-duduk di masjid, maka keluarlah Rasulullah SAW kemudian duduk di hadapan kami. Maka seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung. Tak satu pun dari kami yang berbicara” (HR. Bukhari)

Ibnu Abbas seorang sahabat yang ‘alim, pakar tafsir al-Quran umat ini, seorang dari keluarga Nabi SAW pernah memegang tali kenderaan Zaid bin Tsabit al-Anshari RA dan berkata: “Seperti inilah kami diperintahkan untuk memperlakukan para guru kami”.

Berkata Abdurahman bin Harmalah Al Aslami, “Tidaklah seseorang berani bertanya kepada Said bin Musayyib, sampai dia meminta izin, layaknya meminta izin kepada seorang raja”.

Ar-Rabi’ bin Sulaiman berkata, “Demi Allah, aku tidak berani meminum air dalam keadaan Asy-Syafi’i melihatku karena segan kepadanya”.

Diriwayatkan oleh Al–Imam Baihaqi, Umar bin Khattab mengatakan, “ Tawadhulah kalian terhadap orang yang mengajari kalian”.

Al-Imam As-Syafi’i berkata, “Dulu aku membolak balikkan kertas di hadapan Imam Malik dengan sangat lembut karena segan padanya dan supaya dia tak mendengarnya”.

Sungguh mulia akhlak mereka para suri tauladan kaum muslimin, tidaklah hairan mengapa mereka menjadi ulama besar di umat ini, sungguh keberkatan ilmu mereka hasil dari akhlak mulia terhadap para gurunya.

#ibuhanim

#annemsleadership

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *